Senin, 28 Desember 2020
Senin, 07 Desember 2020
Kamis, 19 November 2020
Selasa, 17 November 2020
Kamis, 24 September 2020
Wali Kota Kukuhkan Pengurus Asosiasi Pengelola SPAMS Kota Semarang
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, SE MM mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Perdesaan ‘Tirta Atlas’ Kota Semarang. Kepengurusan Asosiasi tingkat kota periode 2020 – 2025 dibawah kepemimpinan Mochamad Rustamadjie selaku Ketua dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Semarang Nomor : 050/719/2020.
Pengukuhan pengurus Asosiasi ‘Tirta Atlas’ yang berangotakan 15 orang dilakukan di Ruang Loka Krida Gedung Moh. Ikhsan Balai Kota Semarang, Senin (21/09/2020).
Hendrar juga menyinggung capaian akses layanan air minum yang dilakukan PDAM Kota Semarang yang belum mencapai 100%; masih ada sekitar 20% Kepala Keluarga (KK) di Kota Semarang yang belum terjangkau pelayanan PDAM. Hendrar berharap peran BPSPAMS/KPSPAMS untuk dapat melayani kebutuhan air minum warga Kota Semarang yang belum terjangkau pelayanan dari PDAM.
Kepada aparat di jajarannya, Hendrar meminta agar membantu meningkatkan kapasitas pengurus BPSPAMS/KPSPAMS dan mengalokasikan APBD untuk menudukung kinerja pelayanan air minum dan sanitasi yang dilakukan BPSPAMS/KPSPAMS agar dapat mempercepat terwujudnya 100% akses air minum dan sanitasi di Kota Semarang.
“Karena BPSPAMS/KPSPAMS tugasnya membantu pemerintah, maka Pemerintah Kota Semarang akan memberikan konstribusi ke BPSPAMS sebagai pekerja sosial,” ucap Wali Kota menyampaikan komitmennya. Ia meminta Kepala Bappeda Kota Semarang untuk dapat mengalokasikan APBD sebagai hibah, misalnya untuk pembayaran beban listrik dan penggantian pompa sumur bor yang rusak. Nilai dan peruntukan bantuan perlu diidentifikasi, sedangkan mekanisme pemberian bantuan disesuaikan berdasarkan ketentuan untuk kemaslahatan masyarakat guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.
Ketua Asosiasi Mochamad Rustamadjie atau sering dipanggil Rustam berharap pengurus yang baru lebih semangat dalam membantu Pemerintah Kota Semarang untuk mewujudkan akses universal “100-0-100”. Rustam menghimbau kepada teman sejawat pengurus Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan berbasis masyarakat di seluruh Indonesia untuk bergerak maju meningkatkan kinerja dalam membantu pemerintah daerah masing-masing dalam mewujudkan masyarakat sehat sejahtera melalui air minum aman dan sanitasi layak.
“Asosiasi ini dibentuk sebagai wadah komunikasi BPSPAMS/KPSPAMS terkait pengelolaan dan keberlanjutan sarana air minum dan sanitasi terbangun agar terawat dan berfungsi secara berkelanjutan sehingga memberikan pelayanan yang optimal kepada warga,” tutur Rustam selaku Ketua Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan ‘Tirta Atlas’ Kota Semarang.
Asosiasi merupakan wadah berhimpun bagi Badan/Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS/KPSPAMS) yang berada di tingkat desa/kelurahan. BPSPAMS/KPSPAMS merupakan kelembagaan masyarakat yang dibentuk untuk mengelola sarana air minum dan sanitasi yang dibangun melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan ‘Tirta Atlas’ Kota Semarang dibentuk pasca pelaksanaan program Pamsimas I sejak tahun 2012, yang pembentukannya dikukuhkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Semarang Nomor : 050 / 585 /2016.
Keberadaan Asosiasi Pengelola SPAMS berbasis masyarakat yang menjadi mitra pemerintah daerah, menjadi kunci keberlanjutan pelayanan air minum dan sanitasi di pedesaan dan pinggiran kota dalam mewujudkan akses universal air minum dan sanitasi.
Sejak didirikannya Asosiasi ini telah banyak berkiprah dalam mendukung percepatan akses air minum dan sanitasi di Kota semarang.
Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan ‘Tirta Atlas’ menaungi sekitar 91 BPSPAMS/KPSPAMS yang tersebar di 91 kelurahan di 11 kecamatan di Kota Semarang. Hingga saat ini secara keseluruhan jumlah sambungan rumah (SR) sebanyak 25.300 SR dengan jumlah pemanfaat sebanyak 126.500 jiwa.
Acara pengukuhan pengurus Asosiasi turut dihadiri sekitar 150 undangan, terdiri dari Tim Pembina Asosiasi (Kepala Bappeda, Kadis Perumahan dan Permukiman, Kadinas Kesehatan, Kabag Tata Pemerintahan), Ketua DPMU, Dirut PDAM Tirta Moedal, Koordinator Pamsimas Provinsi Jawa Tengah dan Pendamping Program Pamsimas, serta perwakilan BPSPAMS/KPSPAMS dari 91 kelurahan di Kota Semarang.
Senin, 24 Agustus 2020
Sabtu, 16 Mei 2020
Aksi Nyata KPSPAMS Wonosari Kota Semarang Cegah Penyebaran Covid-19
Merebaknya virus corona (Covid-19) menjadi momok bagi manusia, tidak terkecuali bagi warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngalian Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
Kelurahan Wonosari merupakan lokasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2009, dengan bangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) terdiri dari 1 unit sumur bor dalam, 1 unit menara air dan jaringan perpipaan yang menghubungkan ke rumah warga. SPAM yang kini dikelola oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) ‘Wana Tirta,’ masih berfungsi dan terawatt baik serta mampu melayani kebutuhan air bagi sekitar 700-an Kepala Keluarga (KK). Seluruh sambungan rumah (SR) telah dilengkapi dengan meteran air.
Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, KPSPAMS ‘Wana Tirta’ tidak tinggal diam. Bersama aparat Kelurahan Wonosari, pengurus RT dan RW melakukan gerakan ”Bakti Bersih Cegah Covid-19” dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat tinggal pelanggan air dan membagikan masker dan sarung tangan secara gratis. Seluruh biaya untuk aksi nyata masyarakat ini diambil dari dana kas KPSPAMS.
Hal ini dibenarkan M Sahli, Ketua KPSPAMS ‘Wana Tirta’ Kelurahan Wonosasi. “Selain melakukan bakti bersih, kami juga membagikan hand sanitizer kepada para pelanggan dan juga menghimbau untuk selalu cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan enam langkah,” ucap Sahli.
Sahli menambahkan, pelaksanaan CTPS dengan air mengalir dianggapnya lebih efektif dibandingkan penggunaan hand sanitazer. Hand sanitizer digunakan di luar rumah dalam kondisi tidak ada air dan sabun. Terkait langka dan mahalnya harga hand sanitizer di pasaran, ia mengharapkan para pelanggan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
Utomo, Lurah Wonosari saat memberikan arahaan pada acara apel aksi bersih (29/03) mengatakan, pemerintah desa mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif pengurus KPSPAMS melakukan bakti bersih dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga. Aksi nyata ini sebagai bentuk kepedulian pengurus KPSPAMS membantu pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus ataupun meminimalisir dampaknya. Hal ini sejalan dengan program Pamsimas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat melalui penyediaan air secara berkelanjutan.
Utomo berpesan dan mewanti-wanti para petugas yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk selalu menjaga keamanan dalam menjalankan tugas dan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Tidak hanya melakukan aksi bakti bersih, pengurus KPSPAMS juga membangun 5 unit sarana CTPS yang dilengkapi dengan sabun. Sarana CTPS tersebut diletakkan di lokasi strategis dan sering dilewati warga masyarakat, seperti di Pos Kamling, masjid/mushola, dan di tempat lainnya. Khusus di pintu masuk masjid/musholla dan di Pos Kaling juga disiapkan hand sanitizer.
“Kami juga merencanakan untuk memberikan bonus sabun cuci tangan cair bagi pelanggan yang memasang kran air di depan rumahnya dan berfungsi baik. Hal ini untuk memberikan motivasi para pelanggan dan membudayakan pelaksanaan CTPS setelah melakukan aktifitas di luar rumah sebelum memasuki rumah, sehingga dirinya dan keluargannya akan terhindar dari terpapar virus atau bakteri yang membawa bibit penyakit,” ujar Sahli
Sahli dan para relawan Pamsimas Wonosari berharap apa yang telah dilakukannya bermanfaat bagi sesama. Semoga pandemi Covid 19 segera berlalu dan warga dapat kembali beraktifitas secara normal.
Selasa, 14 April 2020
KPSPAMS Kedungmundu Semarang Peduli pada Lingkungan dan Sosial
Amposari adalah satu wilayah RW 03 di Kelurahan Kedungmundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Amposari termasuk kawasan padat penduduk. Dulunya merupakan kawasan kumuh dan termasuk daerah miskin dan tertinggal. Angka putus sekolah cukup tinggi sehingga mengakibatkan banyaknya pengangguran. Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih sangat kurang.
Seiring dengan kemajuan zaman dan dan hadirnya kaum pendatang ke lokasi ini, telah memberikan dampak positip bagi kemajukan Amposari, pelan tapi pasti mulai menjadi daerah yang lebih maju secara ekonomi dan lingkungan.
Kelurahan Kedungmundu menjadi salah satu lokasi pelaksana program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2015. Setelah melalui proses Identifikasi Maslalah dan Analisis Situasi (IMAS), Amposari (wilayah RW 03) ditetapkan menjadi lokasi sasaran pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan opsi sumur bor. SPAM tersebut mulai beroperasi awal tahun 2016 dan dikelola Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) “Tirta Kedungmundu.”
Awal perjalanan kepengurusan KPSPAMS berjalan tertatih-tatih karena harus banyak belajar mengelola sesuatu yang masih baru bagi warga masyarakat. Berkat bimbingan dari Asosiasi Pengelola SPAMS Kota Semarang (induk dari KPSPAMS tingkat desa/keluarahan), pengurus segera menyesuaikan diri dan mampu beradaptasi serta berkembang lebih cepat. Hanya dalam kurun waktu 3.5 tahun dapat menambah dua titik sumur bor yang dilakukan secara mandiri. Pada tahun 2018 mendapat Hibah Khusus Pamsimas (HKP) sehingga jumlah sumur bor yang dikelolanya menjadi 4 buah dengan 403 Sambungan Rumah (SR).
Kehadiran program Pamsimas di Amposasi bukan hanya memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup, tapi juga mengajarkan warga untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
Sebagaimana dituturkan Susanti, seorang ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai anggota Dasawisma. “Sejak ada air Pamsimas di Amposasi, kami mendapat kemudahan untuk mengakses air, karena PDAM belum menjangaku di sini. Selain kemudahan mendapat air, banyak kegiatan yang dikelola pengurus Pamsimas dalam hal kemanusiaan, seperti menyalurkan sembako untuk manula/jompo yang kesusahan,” tutur Susanti menambahkan.
Nasihin, Ketua KPSPAMS “Tirta Kedungmundu” saat dikonfirmasi menuturkan, kepengurusan KPSPAMS sudah berjalan selama empat tahun. Para pengurus senantiasa berusaha menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi para pelanggannya dan mempunyai program sanitasi dan kegiatan sosial.
“Kami mungkin termasuk warga miskin. Kami telah sepakat setiap ada pemasukan uang dari pelanggan air setelah disisakan untuk cadangan perbaikan Rp 25 juta, sisa uang iuran dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial dan sanitasi. Masih ada satu cita-cita kami tahun 2020 untuk pengembangan kegiatan sosial lain yaitu sekolah alam untuk anak usia SD,” tambah Nasihin sambil menunjukkan buku program kerja KPSPAMS “Tirta Kedungmundu”.
Sampai dengan tahun 2019, berbagai program dan kegiatan telah dilakukan KPSPAMS “Tirta Kedungmundu” dengan basis kepentingan masyarakat, antara lain: (i) Pavingisasi sepanjang ± 50 M menuju jalan ke sumur HKP 2018, (ii) Pembagian sembako yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun bagi manula/jompo di wilayah RW 03, (iii) Menyediakan sound system untuk kegiatan senam ibu-ibu di wilayah RW 03, (iv) Pembuatan septictank komunal ukuran 4,5 x 5 m2 di RT 05 RW 03, (v) Membuat penghancur sampah dengan kapasitas untuk satu RW 03 (beroperasi lancar), (vi) Menambah kapasitas tandon air dari 20 kubik menjadi 40 kubik, dll.
Untuk tahun 2020, khususnya dalam menghadapi pandemi merebaknya penyebaran virus corona (Covid-19), KPSPAMS bersama aparat Kelurahan Kedungmundu melakukan kegiatan penyemprotan desinfektan di 11 masjid/mushola dan melakukan pembagian masker kepada warga secara gratis. Para petugas yang melakukan penyemprotan desinfektan mengenakan baju APD yang dibeli dari uang kas KPSPAMS.
“Kami tidak membangun sarana cuci tangan, karena di sini setiap rumah sudah mempunyai sarana cuci tangan di depan rumahnya, namun kami akan mencetak brosur mengenai manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar dalam rangka mencegah Covid 19,” tutur Nasihin ketika ditanyakan terkait program pengadaan sarana CTPS guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Saya cuci tangan pakai sabun sehabis kerja untuk pulang kerja menjelang dhuhur. Setelah ada wabah Corona ini, saya menyadari pentingnya cuci tangan dengan sabun untuk mengusir virus Corona yang menempel di tangan,” tutur Sutrisno, pria paruh baya yang merupakan buruh bangunan.
Saat dilakukan pengambilan gambar (foto) yang diikuti seluruh pengurus KPSPAMS “Tirta Kedungmundu,” nampak wajah tulus dan sabar terpancar pada aura mereka. Mereka merupakan sekelompok warga masyarakat yang peduli untuk memajukan masyarakat dan berada di garis depan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Amposari yang dulu kumuh, kini lebih maju dan berseri. (
Minggu, 01 Maret 2020
Rabu, 01 Januari 2020
Sinergi Pemprov Jateng-PUPR-Water.org Luncurkan Penjamin Kredit Air Minum
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Penjamin Kredit Daerah Jawa Tengah bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan organisasi internasional non-pemerintah-Water.org, menjalin sinergi dengan meluncurkan program Fasilitas Kredit Air Minum dan Sanitasi. Fasilitas ini diberikan untuk BPR dan BKK di seluruh Jawa Tengah yang memiliki produk pembiayaan air dan sanitasi, baik perorangan maupun kelompok.
Peluncuran program Fasilitas Kredit Air Mimun dan Sanitasi dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Patra Convention Hotel, Semarang, Selasa (17/12/2019). Acara peluncuran tersebut disaksikan Direktur Pengembangan SPAM, DJCK Kementerian PUPR Yudha Mediawan dan Direktur Operasional Water.org Indonesia Don Johnston serta Komisaris dan Direktur Utama PT Jamkrida Jateng Sijarwanto Dwiatmoko dan Nizar Siregar.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menuturkan, Pemprov Jateng berupaya mencapai Universal Access 100-0-100, yang artinya akses air minum terpenuhi sebesar 100%, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi lingkungan terpenuhi dengan baik.
“Pemerintah menargetkan tercapainya 100% akses sanitasi layak pada akhir tahun ini. Sanitasi merupakan bagian dari enam target SDG’s di 2030 dan masuk dalam 17 tujuan SDG’s, yakni menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang,” ujar Taj Yasin.
Jaminan yang diberikan Jamkrida dan Water.org, lanjutnya, akan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat mengakses air bersih dan jamban. Pemprov Jateng tentu akan mendorong perluasan kredit tersebut.
Namun, tutur Taj Yasin, diingatkan tersedianya air bersih erat kaitannya dengan perlakuan masyarakat terhadap air, sehingga mengedukasi masyarakat agar menjaga air supaya tidak tercemar dan meningkatkan kesadaran untuk menanam pohon sangat penting.
Sementera itu Direktur Pengembangan SPAM, DJCK Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan, peluncuran kredit penjaminan ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara CPMU Program PAMSIMAS Direktorat Pengembangan SPAM, DJCK Kementerian PUPR dengan Water.org Indonesia No. 1/PKS-CPMU/VII/2018 dalam rangka percepatan akses air minum dan sanitasi menuju pelayanan 100% bagi seluruh rakyat Indonesia.
Yudha Mediawan menambahkan, salah satu wujud nyata dalam mendukung pencapaian target air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia khususnya di wilayah perdesaan, adalah program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dengan membangun SPAM perdesaan berbasis masyarakat di 22.237 desa/kelurahan yang tersebar di 396 kabupaten/kota di 33 provinsi, dengan tambahan akses air minum dan sanitasi layak bagi 16,8 juta jiwa (Des, 2018). Melalui program PAMSIMAS, ditargetkan akan dibangun SPAM perdesaan di 27.000 desa hingga akhir tahun 2019.
Bantuan pemerintah melalui program PAMSIMAS merupakan stimulan yang diberikan kepada masyarakat sebagai initial investment untuk membangun infrastruktur dasar SPAM, selanjutnya untuk pengembangannya merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Pembiayaan dari stimulan pemerintah melalui program PAMSIMAS baru mampu melayani kurang dari 50% penduduk desa. Di sisi lain, Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) selaku pengelola sarana pasca program PAMSIMAS, memiliki keterbatasan SDM dan pendanaan, karenanya dibutuhkan keterlibatan lembaga keuangan untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pengembangan pelayanan air minum melalui penyediaan kredit mikro sampai tercapai pelayanan 100%.
Sementara itu, Komisaris PT Jamkrida Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, air dan sanitasi merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat
“Tantangan kami memenuhi akses air bersih dan kredit jamban. Kami akan mendorong terjadinya investasi air bersih dan sanitasi di masyarakat. Ini tentu menjadi penting,” ujar Sujarwanto.
“Terima kasih kepada BPR BKK yang sudah menjalankan peranan ini, sehingga membantu terselesaikannya akses masyarakat terhadap jamban dan air bersih. Seperti di Grobogan dan Pekalongan,“ tambahnya.
“Skema kredit mikro SPAM perdesaan fokus pada menciptakan kondisi yang mempermudah KPSPAMS mengakses lembaga keuangan. Kami dan program PAMSIMAS memberikan pelatihan kepada KPSPAMS agar mereka mampu, antara lain, menyusun laporan keuangan, rencana peningkatan pelayanan, rencana anggaran biaya, dan melaksanakan pengelolaan akses air bersih,” ujar Direktur Operasional Water.org Indonesia Don Johnston.
“Kami dan program PAMSIMAS juga menggandeng lembaga keuangan agar mereka dapat mengembangkan skema pinjaman yang lebih terjangkau untuk masyarakat. Hasilnya, masyarakat dapat memenuhi syarat untuk meminjam uang yang nantinya dipakai untuk misalnya membeli pompa air, membangun sumur bor, atau menambah jumlah sambungan rumah (SR) agar jangkauan aliran air lebih luas lagi,” tambahnya.
“Dengan keterlibatan lembaga penjamin, dalam hal ini PT Jamkrida Jawa Tengah bisa membantu membuat lembaga keuangan menjadi lebih convidence dalam menyalurkan kredit kepada KPSPAMS,” ujar Johnston sekaligus mengakhiri sambutannya
















